Stern Machine's | 1817

Replika mesin stern (© Science Museum, London)
Dikutip dari  history-computer.com, Stern Machine (Mesin Stern), diambil dari nama seorang ahli matematika dan penemu mesin kalkulator mekanik asal Polandia, Abraham Jakub Stern, yang selama hidupnya telah menciptakan sedikitnya tiga mesin hitung mekanis. Mesin komputasi pertamanya memiliki empat operasi aritmatika dipresentasikan pada tanggal 7 Januari 1813, mesin kedua berguna untuk ekstraksi akar kuadrat diperkenalkan  pada 13 Januari 1817, dan mesin ketiga, yang menggabungkan sistem kerja dua mesin sebelumnya, untuk operasi aritmatika dan akar kuadrat, ia perkenalkan pada 30 April 1817.  Atas penemuan-penemuannya tersebut, Stern dimasukkan menjadi bagian dari anggota elit di Masyarakat Ilmuan Warsawa (Friends of Sciences Society), yang merupakan organisasi awal sebelum menjadi Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia.

Abraham Jakub Stern lahir dari keluarga miskin di Hrubiesz√≥w, Polandia. Titik balik kehidupannya menuju keberhasilan dimulai saat bertemu dengan misionaris dan tokoh pendidik terkemuka Polandia, Wawrzyniec Staszic, yang mengasah bakat dan mendukung kecerdasan Stern untuk melanjutkan studi ke Warsawa, Polandia, yang saat itu bagian dari Kekaisaran Rusia, hingga ia mencapai karir gemilangnya menjadi anggota elit  Masyarakat Ilmuan Warsawa, dan banyak menciptakan teknologi mekanik untuk masyarakat sipil dan militer.

Dilansir dari poland.gov.pl tercatat,  pada tahun 1820-an, sebagai pengakuan atas pencapaian Stern dan berdasar pada potensi kecerdasan Stern, Berlin Academy of Sciences menawarinya perjalanan ke Jerman. Stern ditawari dana besar untuk membiayai pekerjaan tekniknya. Namun, Abraham Stern menolak tawaran tersebut, dan memilih untuk tidak meninggalkan Polandia, ia berkata: "Saya bahkan tidak mau berpikir untuk meninggalkan negara asal saya".

Dalam sebagian isi surat edarannya, Stern menulis: “ kelemahan fisik manusia membuktikan bahwa alam memerintahkannya untuk menggunakan kekuatan pikirannya daripada kekuatan otot-ototnya dalam pekerjaannya. Karena itu, ia harus berusaha untuk mendorong batas-batas mekanika, karena pembelajaran akan menjadikannya kaya. Manusia harus membuat mesin dan mengoperasikannya, menjadikan mesin untuk menggantikan pekerjaan keras yang harusnya ditanggung manusia. Bangsa-bangsa yang menyempurnakan industri akan menguasai dunia, sementara mereka yang mengabaikannya, akan tumbuh lemah, bodoh, miskin atau menjadi budak."

Mesin-mesin penghitung asli karya Stern yang tersimpan di Museum Industri dan Pengetahuan - Krakow, Polandia, telah dihancurkan selama terjadi Perang Dunia ke II, gambar ilustrasi di atas merupakan salah satu replika mesin penghitung mekanik-nya yang berada di Science Museum, London. Namun demikian, fakta mengenai mesin-mesin mekanik ciptaanya diuraikan secara terperinci dalam surat edaran Stern, yang ia siapkan untuk presentasi di majelis Masyarakat Ilmuan Warsawa pada 30 April 1817.