Ohm's Law | 1827

V = I/R ; I = V/R ; R = V/I
Yang dimaksud dengan Ohm's Law (Hukum Ohm) adalah; Hubungan antara Tegangan, Arus,  dan Hambatan (Voltage, Current, Resistance). Hukum Ohm ditemukan oleh seorang ahli fisika dan matematika berkebangsaan Jerman, Georg Simon Ohm, yang menerbitkan makalahnya pada tahun 1827, The Galvanic Circuit Investigated Mathematically. Georg Simon Ohm memulai penelitiannya dengan sel elektrokimia, yang belum lama ditemukan oleh ilmuwan Italia Alessandro Volta. Menggunakan peralatan ciptaannya sendiri, Ohm menemukan bahwa ada proporsionalitas langsung, perbedaan antara tegangan potensial yang diterapkan di seluruh konduktor dan arus listrik yang dihasilkan. Dalam karya ini, ia menyatakan hukumnya untuk gaya gerak listrik yang bertindak antara ekstremitas bagian manapun dari sirkuit adalah hasil dari kekuatan arus, tegangan dan hambatan.

Georg Simon Ohm
Tahun 1825, Georg Ohm menerbitkan makalah pertamanya, dimana ia berpendapat bahwa, terdapat penurunan kekuatan elektromagentik yang dihasilkan oleh kawat, ketika panjang kawat semakin meningkat. Pada tahun berikutnya 1826 ia menerbitkan makalah tentang konduksi panas, Ohm menjabarkan studi Fourier, ia memberikan deskripsi mengenai konduksi panas pada model sirkuit Fourier berdasarkan bukti dari hasil eksperimentalnya. Makalah tersebut memberi pengaruh penting pada pengembangan teori dan aplikasi arus listrik. Ohm mampu mengusulkan undang-undang dengan menjelaskan teori orang lain, jauh melampaui pembuat teori itu sendiri. Sebelum akhirnya menerbitkan makalah terkenalnya The Galvanic Circuit Investigated Mathematically, pada tahun 1827. Yang membawa namanya masuk dalam terminologi ilmu kelistrikan dengan istilah Hukum Ohm; Proporsionalitas Arus dan Tegangan dalam sebuah resistor, dan diadopsi sebagai satuan Resistensi ohm (simbol Ω).

Tegangan, Arus,  dan Hambatan (Voltage, Current, Resistance)

Tegangan

Arus

Hambatan