Baterai adalah perangkat elektrokimia yang menghasilkan tegangan potensial ketika menempatkan logam dengan afinitas (hubungan/ikatan kimia) yang berbeda ke dalam larutan asam (elektrolit). Open Circuit Voltage (OCV), atau tegangan sirkuit terbuka merupakan bagian dari reaksi elektrokimia yang dihasilkan dari logam dan elektrolit. Teori elektrokimia baterai ini ditemukan pertama kali oleh Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Volta, atau lebih dikenal dengan nama Alessandro Volta. Seorang ahli kimia dan fisika, asal Italia. Dimana sebagai bentuk penghargaan atas temuannya, nama Volta disematkan  pada satuan tegangan listrik yang kita kenal sekarang dengan istilah Volt (Voltage).

Pada perangkat komputer, penggunaan battery diterapkan dalam beberapa bentuk dan penempatan, diseusaikan dengan kebutuhan perangkat komputer, antaralain;

CMOS Battery: CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor), tegangan 3Volt, disematkan pada pada motherboard (papan induk) komputer, berguna untuk memberikan daya pada "Memory-CMOS", agar motherboard dapat menyimpan pengaturan BIOS (Basic Input Output System).

Laptop/Notebook Battery: Battery komputer lainnya berupa battery laptop, yang memiliki kapasitas antara 3000mAH - +5000mAH (tergantung jumlah Cell battery yg dirangkai di dalamnya), berguna untuk memberikan daya penuh dalam mekanisme pengoperasian sebuah laptop.

UPS Battery: UPS (Uninterruptible Power Supply) digunakan sebagai power cadangan pada perangkat komputer desktop, agar komputer desktop tetap dapat beroperasi, sekalipun terdapat pemutusan arus listrik konvensional, sehingga dapat mencegah kerusakan piranti keras komputer akibat kegagalan catu daya.

Baterai yang dibuat oleh Volta dikreditkan sebagai salah satu sel elektrokimia pertama di dunia. Terdiri dari dua elektroda: satu terbuat dari seng, yang lainnya terbuat dari tembaga. Teori logika elektrokimianya sebagai berikut: "Elektrolitnya adalah asam sulfat yang dicampur dengan air atau bentuk air asin. Elektrolit ada dalam bentuk 2H + dan SO 4 2− . Seng, merupakan seri elektokimia yang lebih tinggi dibanding tembaga dan hidrogen, yang dapat bereaksi dengan sulfat bermuatan negatif (SO4 2− ). Ion hidrogen ( proton ) bermuatan positif dapat menangkap elektron dari tembaga, yang selanjutnya dapat membentuk gelembung gas hidrogen, H2. Untuk itu diperlukan dua terminal berupa batang seng elektroda negatif (-) dan batang tembaga elektroda positif (+), dengan demikian arus listrik akan mengalir jika kedua batang tersebut dihubungkan.

Setidaknya saat ini terdapat 4 jenis teknologi battery yang digunakan pada perangkat-perangkat elektronik modern, antara lain ; Battery LI-ION (Lithium Ion), Li-polymer (Lithium Polymer), NICAD (Nickel-Cadmium), NIMH (Nickel-Metal Hydride).