Istilah Abacus atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan nama "Sempoa", adalah jenis alat hitung yang sering dijadikan rujukan oleh banyak sumber, khususnya saat mengurai materi sejarah awal terciptanya kalkulator dan teknologi komputer. Adapun keterkaitan antara abacus dengan teknologi komputer dan kalkulator adalah; berdasar pada runutan sejarah mengenai kebutuhan manusia pada efisiensi, fungsi, teori, dan metodologi sistem perhitungan matematika dan arithmatika pada skala yang lebih luas dan kompleks. Ini kemudian, disiasati oleh para tokoh penemu dimasanya masing-masing dengan membuat berbagai metodologi dan peralatan, guna mengatasi keterbatasan-keterbatasan perhitungan tersebut. Dan dari kebutuhan itulah tercipta sebuah metodologi perhitungan dengan menggunakan suatu alat perhitungan bernama Abacus (Sempoa).

Sementara itu, istilah Komputer atau Computer, merupakan istilah bahasa yang berasal dari bahasa latin Computare yang artinya; kurang lebih sebagai "alat untuk menghitung". Dari istilah tersebut maka dapat kitas simpulkan; baik itu abacus, kalkulator maupun komputer, memiliki intruksi matematika dan aritmatika yang sama ditemukan persamaan fungsi yang menjadi "korelasi tujuan penggunaan" antara Abacus dan Komputer. Sederhananya, Abacus merupakan inspirasi awal terciptanya perangkat komputer dan perangkat kalkulator.

Sexagesimal Mesopotamia
Dilansir dari wikipedia, jauh sebelum Abacus diciptakan, orang-orang jaman dulu menggunakan benda-benda yang kurang efektif dan cenderung tidak beraturan, seperti menggunakan; bebatuan, jerami, tali, daun, kayu dan benda-benda yang tidak tersusun secara rapih. Mungkin beberapa peradaban telah menggunakan metode perhitungan dengan jari-jari tangan, akan tetapi tetap saja, metode penghitungan menggunakan jari tangan dianggap masih memiliki banyak keterbatasan. Dengan kata lain, penciptaan Abacus merupakan terobosan baru yang menjadi titik awal kemajuan peradaban manusia dalam metodologi perhitungan. Inilah yang menjadikan Abacus sebagai kalkulator pertama di Dunia yang paling efisien untuk metodologi matematika dan aritmatika.

Dari beberapa literatur yang dijadikan rujukan, belum terdapat satupun sumber kuat yang dapat memastikan oleh siapa, dan dari mana tepatnya Abacus pertama kali diciptakan. Tetapi, terdapat  cukup banyak sumber identik yang menuliskan bahwa; Abacus telah banyak digunakan oleh beberapa negara di kawasan Asia, Afrika, dan di Eropa. Abacus dengan segera menjadi alat hitung populer yang digunakan di banyak negara, terutama di negara China yang telah menggunakan Abacus sejak 300 tahun sebelum Masehi. Itulah sebabnya, dari beberapa literatur yang pernah kita baca, kerap kali menghubungkan Abacus dengan negara tirai bambu tersebut. Selain di negara China, ada beberapa negara yang sering dihubungkan dengan awal penggunaan abacus, negara-negara tersebut antara lain; Yunani , Jepang, Rusia, dan Denmark.

 "Abacus adalah alat menghitung yang digunakan selama berabad-abad sebelum akhirnya diadopsi oleh sistem angka tertulis modern dan masih banyak digunakan oleh pedagang-pedagang dan pegawai di Asia, Afrika, dan tempat lain."  (Philip Babcock Gove).

Beberap sumber juga menuliskan; Ditemukan kemiripan petunjuk yang memperkirakan bahwa, Abacus telah lama digunakan di wilayah Mesopotamia kuno (Timur Tengah) bahkan sekitar 2700-2300 tahun sebelum Masehi. Hal ini dimungkinkan, dengan merujuk pada teori  "Sexagesimal",  dimana angka-angka berbentuk paku tersebut banyak digunakan oleh orang-orang yang tinggal di wilayah Mesopotamia (Sumeria, Akkadia, babylonia, dan Assyiria). yang selanjutnya juga digunakan oleh orang-orang dari bangsa disekitarnya seperti Mesir dan Persia (600SM).

Abacus Salamis - Yunani
Yunani - Tablet Salamis
Awalnya dianggap sebagai papan permainan kuno, sebuah tablet yang terbuat dari batu marmer putih, yang ditemukan di kepulauan Salamis-Yunani pada Tahun 1846 teresebut, diidentifikasi oleh para ahli sebagai "Alat Hitung Kuno" (Abacus), yang kemudian diberi nama "Tablet Salamis", sesuai dengan nama pulau dimana tablet tersebut ditemukan.

Tablet salamis ini diperkirakan dibuat oleh orang Yunani sekitar 300 tahun sebelum Masehi. Dengan demikian, menjadikan tablet salamis sebagai abacus tertua di dunia yang pernah ditemukan dan menjadi bukti sejarah penggunaan abacus pada jaman dahulu.


China - Suan Pan
Sempoa yang berasal dari negara Cina. Biasanya, sebuah suanpan memiliki ukuran dengan tinggi sekitar 20 cm (8 in) dengan lebar yang bervariasi, tergantung pada kebutuhan penggunaan. Pada masing-masing batang biasanya terdapat 7 butir manik-manik, yang 2 diantaranya ditempatkan pada dek atas dan 5 manik-manik ditempatkan pada setiap jalur di dek bawah. Bentuk Manik-manik biasanya bulat dan terbuat dari kayu keras . Manik-manik dihitung dengan menggerakkan mereka ke atas atau ke bawah.

Romawi - Calculi
Bangsa Romawi Kuno mengembangkan Abacus Portable Romawi , seperti yang digunakan oleh orang Yunani dan Babilonia. Dimana Metode perhitungan normal di Roma kuno, seperti di Yunani, adalah dengan menggerakkan penghitung di atas meja yang halus.
 Abacus Romawi portable  pertama yang diperkirakan dipakai oleh para insinyur, pedagang dan mungkin oleh pemungut pajak bangsa Romawi kala itu. Dari hasil rekonstruksi (merujuk pada rancangan aslinya) oleh Museum RGZ di Mainz, 1977 menjadikan abacus Romawi yang dibuat pada abad 1 Masehi tersebut terlihat lebih modern, dan diperkirakan lebih dapat mengurangi waktu yang diperlukan dalam melakukan operasi dasar aritmatika.

Jepang - Soroban
Dalam bahasa Jepang, Abacus disebut soroban, diimpor dari Cina pada abad ke-14. Kemungkinan digunakan oleh kebanyakan kelas pekerja selama satu abad atau lebih, sebelum kelas penguasa dimulai. hal itu dikarenakan batasan struktur kelas di Jepang yang tidak memungkinkan perangkat yang digunakan oleh masyarakat kalangan bawah diadopsi atau digunakan oleh kelas penguasa. Abacus Soroban empat manik ini diperkenalkan dari Cina pada zaman Muromachi.

Denmark - Kugleramme
Abacus telah digunakan dibanyak lembaga pra-sekolah dan sekolah dasar di dunia sebagai alat bantu dalam mengajar sistem angka dan aritmatika.Abacus juga dimanfaatkan di sekolah-sekolah luar biasa oleh siswa tunanetra maupun tunarungu. Dalam dunia pendidikan dan usaha di Indonesia abacus masih banyak digunakan hingga sekarang, baik itu oleh pelajar maupun para pedagang. Pemanfaatan abacus sebagai alat bantu pendidikan dan usaha juga telah berlangsung sejak abad 20 di Denmark. Sama halnya di Indonesia dan China, alat hitung Kugleramme  masih eksis di negara tersebut hingga sekarang.

Penggunaan Abacus/Sempoa di Indonesia
Keberadaan kalkulator dan komputer modern tidak serta merta menghilangkan kebaradaan Abacus. Abacus (Sempoa) masih dapat ditemukan di beberapa negara, bahkan di Indonesia sempoa masih dapat ditemukan dengan mudah, digunakan untuk latihan menghitung pada anak usia dini, dan dapat dijumpai masih digunakan oleh beberapa pedagang di Indonesia. Abacus/Sempoa merupakan salah satu alat hitung tradisional yang bersifat kontemporer, yang masih diproduksi dan digunakan hingga saat ini.